![]() |
| Firdaus Bayu Dir. Pusat Kajian Multidimensi |
BANGKITPOS.COM, "Kita akan meluncurkan satu program besar untuk mempercepat
pelaksanaan investasi. Semua persoalan perizinan di pusat dan daerah, itu akan
kita coba selesaikan dengan satu model," ucap Menteri Koordinator bidang
Perekonomian Darmin Nasution.
Keseluruhan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah terlibat
untuk menjalankan paket kebijakan ekonomi ini. "Itu paket besar. Seluruh
kementerian, lembaga, gubernur, bupati, wali kota. Tunggu saja," ujar
Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Paket kebijakan ke-16 ini,
sambungnya, akan diumumkan dalam waktu sepekan ke depan.
Kepada wartawan BANGKIT POS Jumat (11/8), Direktur Pusat kajian
Multidimensi Firdaus Bayu mengungkapkan pesimisme terhadap paket kebijakan
ekonomi yang diluncurkan pemerintah.
Firdaus menjelaskan prinsip kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi
bercorak liberal itu akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para
pengusaha swasta untuk berkontribusi dalam ekonomi. Kontribusi yang paling
utama adalah dalam wujud pertambahan investasi.
Lanjut Firdaus, jika investasi dari sektor swasta itu bertambah terus,
maka itu akan membantu meningkatkan produksi, menambah lapangan kerja baru,
sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Itulah disebut dengan
terjadinya pertumbuhan ekonomi.
“Tampaknya secara teoritis sangat bagus khan? Namun, apakah faktanya
memang demikian. Ternyata, liberalisasi ekonomi hanyalah kedok atau sarana yang
akan dijadikan oleh para pemodal besar untuk menguasai sumberdaya ekonomi,
termasuk juga untuk menguasai kekuatan politiknya.” Imbuhnya.
Firdaus menilai, jika pemerintah sudah tunduk kepada pemilik modal,
tentu segala aturan yang dibuat akan berpihak kepada kepentingan kaum pemilik modal.
Jika kepentingan kaum pemilik modal itu yang dimenangkan, itu maknanya
Pemerintah telah “mengalahkan” kepentingan dari rakyat secara keseluruhan. [dian]

COMMENTS