![]() |
| Adam Syailindra |
BANGKITPOS.COM, “Indonesia, negeri kaya di khatulistiwa, tak henti dirundung nestapa. Nasib serupa dialami kaum Muslim di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, dinamika politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan selama 2017 menunjukkan betapa negeri ini belum mapan dan kian jauh dari harapan, ” ungkap Koordinator Forum Aspirasi Rakyat (FAR) Adam Syailindra.
Adam menyampaikan keprihatinannya bahwa pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik, masih gagal.
“Banyak koruptor justru pernah mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan diantaranya ada yang bergelar profesor dan doktor. Terbukti, pendidikan yang berjalan kering dari nilai-nilai moral dan etika, apalagi agama. Yang terlahir justru generasi yang permisif, hedonis, materalis, dan individualis. Mari kita Instropeksi nasional, ” imbuhnya.
Adam mengungkapkan bahwa krisis politik, sosial, budaya, hukum, ekonomi, dan sebagainya yang terjadi di dunia, khususnya di negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia, saat ini, tidak dapat dipisahkan dari ideologi Kapitalisme.
“Artinya, ideologi Kapitalisme yang diterapkan itulah yang menjadi sumber dan akar berbagai krisis tersebut. Sebagaimana diketahui, ide dasar Kapitalisme adalah sekularisme, yaitu pemisahan antara agama dengan kehidupan. Sumber hukum dalam ideologi ini dari akal semata, karena pada satu sisi keberadaan Tuhan diakui, namun di sisi lain manusialah yang dianggap layak untuk menetapkan berbagai aturan, ” pungkasnya. [kin]

COMMENTS