![]() |
| Ilustrasi tim ekonomi |
BANGKITPOS.COM, JAKARTA - Isu reshuffle pada era kepemimpinan Jokowi kembali mencuat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Bahkan berkembang isu, jika Jokowi akan mengumumkan reshuffle ketiga pada 16 Agustus 2017 mendatang.
Pemerintahan Jokowi telah melakukan dua kali pengocokan ulang Kabinet Kerja sejak memimpin pada Oktober 2014 hingga sekarang.
Reshuffle pertama dilakukan 12 Agustus 2015, di mana ada lima nama yang terdepak. Mereka adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Seskab Andi Widjajanto dan Menko Menko Maritim Indroyono Soesilo.
Kemudian reshuffle kabinet kerja kedua terjadi pada 27 Juli 2016. Ada 13 orang yang dilantik, baik baru masuk kabinet ataupun posisinya bergeser. Wajah baru pembantu Presiden ada yang berasal dari PAN dan Golkar, yang belakangan mendukung pemerintah.
Melihat hal ini pengamat belum memastikan kebenaran akan isu reshuflle kabinet kerja jilid yang ketiga. Hal ini disampaikan oleh Muchtar Effendi Harahap yang menjadi Peneliti Politik dan Pemerintahan NSEAS (Network for South East Asian Studies) saat dihubungi BANGKIT POS pada Senin (14/7/2017).
"Saya belum memperoleh data dan fakta bahwa Jokowi akan melakukan reshufle," ujarnya.
Muchtar hanya mendapatkan kabar jika perubahan yang terjadi hanya pada Tim Ekonominya. Meski ia menilai hal tersebut sebagai bentuk jika Jokowi gagal dan disfungsional.
"Saya hanya mendapatkan sekedar isu bahwa Tim Ekonomi akan diganti. Namun, saya meragukan hal itu jika pertimbangan Jokowi obyektif dan rasional. Bagi saya, jika Jokowi sekarang ini, tinggal dua tahun lagi sebagai Presiden, melakukan reshuffle Tim Ekonomi, maka semakin membuat persepsi dan sikap negatif publik terhadap Jokowi. Semakin layak jika muncul opini publik, negara RI dipimpin Jokowi telah gagal atau disfungsional. Akibatnya, pihak oposisi punya bahan tambahan untuk menggerus elektabilitas Jokowi, " tambhanya.
Lebih jauh, menurut Muchtar tidak ada jaminan dampak positif dengan pergantian Tim Ekonomi.
"Tidak ada juga jaminan, begitu Tim Ekonomi diganti dengan segera terbit kebijakan-kebijakan ekonomi yang dapat memecahkan masalah keterpurukan ekonomi rakyat dan negara, " pungkasnya. [as]

COMMENTS