![]() |
| Ferdinand Hutahaean |
"Kemudia pasca presiden SBY menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Presiden Jokowi, Indonesia pun tetap membutuhkan hutang. Namun sayangnya, pemerintahan Jokowi berhutang ugal-ugalan hingga dalam 2,5 tahun kepemimpinannya, Jokowi telah menyamai besaran hutang era 10 tahun pemerintahan SBY. Fantastis, luar biasa, padahal Subsisdi dicabut, Listrik, BBM, Gas naik, Bantuan Operasional Sekolah kabarnya berkurang, iuran BPJS naik, rakyat dipajaki sesuak hati oleh pemerintah, infrastruktur belum ada yang selesai karena infrastruktur yang diresmikan oleh Jokowi dalam 2,5 tahun pemerintahannya adalah infrastruktur peninggalan pemeritahan SBY yang memang jadwal penyelesaiannya sedemikian rupa hingga menyeberang ke pemeritahan selanjutnya, " ujarnya dalam keterangan tertulis yang berjudul "Mengapa Jokowi Menuding Hutang Masa Lalu".
Ferdinand juga mengatakan jika Jokowi seolah menuding hutang masa lalu sebagai beban bagi pemerintahannya. Melalui keterangan tulis tersebut, Ferdinand menyayangkan dan membantah tudingan tesebut.
"Adalah seorang Presiden Republik Indonesia, yang saat ini sedang berkuasa yaitu Presiden Joko Widodo, yang seolah menyalahkan hutang masa lalu menjadi bebannya, dan seolah semua hutang yang ada sekarang adalah akibat hutang masa lalu yang tidak seharusnya dibebankan tanggung jawabnya kepada Jokowi. Setidaknya itulah kesimpulan pemikiran yang Saya dapatkan dari pernyataan Jokowi dihadapan pengurus Persatuan gereja-Gereja Indonesia (PGI) tanggal 31 Juli 2017 lalu, " ujar Ferdinand melalui keterangan tertulisnya.
Ia juga membeberkan fakta bahwa hutang pada era Jokowi lebih besar hampir 10 kali lipat dengan pemerintahan sebelumnya.
"Fakta hutang kita saat ini, di era kepemimpinan Jokowi hingga tahun 2016 menjadi sebesar USD 258,04 Miliar atau setara dengan Rp.3.466,9 T dengan ratio hutang 27,4% naik sekitar 3% dari peminggalan era SBY. Dan pada tahun berjalan 2017 bulan Mei hutang kita berada diangka Rp.3.672,33 T dengan ratio hutang sekitar 28%. Artinya dalam 2,5 pemerintahan Jokowi sudah berhutang lebih dari Rp.1.000 T atau sekitar USD 24 Miliar pertahun, menyamai rekor hutang era SBY 10 Tahun, " ujar Ferdinand dalam tulisannya. [as]

COMMENTS