![]() |
| Firdaus Bayu |
BANGKITPOS.COM, Ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka setelah dua hari terjadi kekerasan dalam krisis yang mendalam di negara bagian Rakhine di Myanmar.
Minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh, namun penjaga perbatasan Bangladesh memaksa mereka kembali ke Myanmar.
Kekerasan meletus saat gerilyawan Rohingya menyerang 30 kantor polisi pada hari Jumat dan bentrokan berlanjut hingga Sabtu. Lebih dari 100 orang, sebagian besar gerilyawan, telah dilaporkan terbunuh.
Muslim Rohingya menghadapi pembatasan yang parah di negara Budha Myanmar. Ketegangan antara Rohingya dengan mayoritas Budha Myanmar berlangsung selama bertahun-tahun.
Menanggapi persoalan ini, Direktur Pusat Kajian Multidimensi, Firdaus Bayu mengingatkan kepada pemerintahan khususnya di Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia untuk turut bertanggungjawab untuk muslim Rohingya.
“Presiden Joko Widodo harus berbuat nyata. Negara ini mayoritas penduduknya adalah Muslim, perlu merespons dengan tindakan tegas atas penelantaran muslim Rohingya, ” ujarnya kepada wartawan BANGKIT POS Selasa 29 Agustus 2017.
Firdaus menegaskan bahwa para pemimpin dunia Muslim harus berbagi nilai-nilai cinta kepada muslim Myanmar yang tertindas.
“Mereka menyaksikan pemerkosaan, perampokan dan pembunuhan dan kekejaman dibiarkan terjadi. Padahal penguasa di dunia Muslim sangat mampu menghentikan kekejaman di negeri ini, ” imbuhnya. [kl]

COMMENTS