![]() |
| Fajar Kurniawan Analis PKAD |
BANGKITPOS.COM, Washington dan Pyongyang
memanas. Presidennya saling melontarkan provokasi. Mula-mula, Korut
mengancam akan melancarkan serangan rudal ke daratan AS. Presiden Donald
Trump menanggapi, "Korea Utara sebaiknya tidak mengeluarkan ancaman lagi
kepada Amerika Serikat. Mereka akan dihadapi dengan tembakan dan kemarahan yang
tak pernah disaksikan dunia.
DPRK kemudian mengancam akan melancarkan serangan tanpa provokasi
terhadap pangkalan militer AS di Guam, Pasifik. Pernyataan Trum, yang
dikeluarkan selama libur kerja di salah satu lapangan golfnya di Negara Bagian
New Jersey, AS, mengundang reaksi negatif baik di Amerika Serikat maupun di
tempat lain. Para pengeritik Trump mengatakan tanggapan panas tersebut malah
meningkatkan ketegangan, dan bukan mendinginkannya.
Menanggapi krisis Korea, Analis dari Pusat kajian dan Analisis Data
(PKAD) Fajar Kurniawan menilai wajar, kepemimpinan Korea Utara bercorak pemerintahan militeristik, menanggapi ancaman Trump tentu tidak gentar.
“Manuver Korut dengan banyak uji coba rudal balistiknya, pada
perkembangannya telah mendorong Amerika Serikat untuk mendukung program nuklir
dan rudal balistik antar benua terhadap Korea Selatan, sekutu strategis Paman
Sam. AS juga memanfaatkan Jepang untuk yrurut membantu kepentingannya.” Ujarnya
kepada wartawan BANGKIT POS Jumat (11/8).
Fajar menilai, pengujian perangkat untuk mencapai kesepakatan bersama
dengan AS. AS belum melakukan negosiasi dengan Korea Utara yang memperpanjang
masalah ini. Kemajuan negosiasi politik kedua negara tersebut cenderung lambat. [rud]

COMMENTS