![]() |
| Lukman Noerochim Staf Ahli FORKEI |
BANGKITPOS.COM, “Harga minyak dunia naik
atau turun, ketika Indonesia berdikari dalam pengelolaan migas, tentu
masyarakat tidak terimbas” kata Dr. Lukman
Noerochim S.T., M.Sc.(Eng).,Ph.D , staf ahli Forum Kajian Kebijakan Energi
(FORKEI) menyikapi harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Rabu, setelah
laporan menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun lebih
besar dari yang diperkirakan.
Patokan AS, minyak
mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk
pengiriman September bertambah 0,39 dolar AS menjadi menetap di 49,56 dolar AS
per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara patokan Eropa,
minyak mentah Brent North Sea, untuk pengiriman Oktober naik 0,56 dolar AS
menjadi ditutup pada 52,70 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Para analis mengatakan
data persediaan terbaru membantu meredakan kekhawatiran pasar tentang kelebihan
pasokan global dan mendukung harga minyak pada Rabu (9/8).
Lukman menjelaskan
penguasaan SDA di tangan negara tidak hanya akan berkontribusi pada kemananan
penyedian komoditas primer untuk keperluan pertahanan dan perekonomian, tetapi
juga menjadi sumber pemasukan negara yang melimpah pada pos harta dari sisi
SDA.
“Sehingga liberalisasi
migas harus ditolak. Bertentangan dengan kepentingan umum.” Ujarnya kepada
BANGKIT POS Jumat (11/8).
Lukman menegaskan bahwa SDA
merupakan faktor penting bagi kehidupan umat manusia di mana saat ini dikuasai
oleh korporasi-korporasi Negara-negara kapitalis. Sehingga untuk mengembalikan
kedaulatan rakyat atas kekayaan SDA yang mereka miliki harus ditempuh. [rk]

COMMENTS