![]() |
| Emma Lucia F. |
BANGKITPOS.COM, Tak disangkal lagi, idealisme perempuan untuk memperbaiki kondisi diri, keluarga dan bangsanya terbukti sangat kuat. Direktur Forum Muslimah Indonesia (ForMIND) Emma Lucia F. Mengungkapkan dengan slogan pemberdayaan perempuan di sektor publik telah banyak membuat para wanita tergiur dan lupa akan tanggung jawab utamanya.
“Padahal peran besar perempuan dalam menopang negara adalah melahirkan generasi terbaik. Tetapi dengan slogan – slogan persamaan gender di sistem kapitalis saat ini wanita dituntut untuk terjun berkuasa dalam sistem demokrasi kapitalis, baik di kekuasaan teratas negara atau di lingkaran kecil yaitu keluarga sendiri,” tuturnya kepada BANGKIT POS Rabu, (20/9/2017).
Emma menjelaskan para perempuan didorong untuk ikut berpartisipasi di dalam kekuasaan jabatan strategis mulai dari presiden perempuan, gubernur, menteri dan lain sebagainya.
“Keberadaan perempuan dianggap memiliki potensi kuat dalam menurunkan angka korupsi dan memperbaiki negara. Namun ternyata hasilnya jauh panggang dari api. Di sektor keluarga kecil, para perempuan diiming – imingi dengan pemberian pinjaman modal usaha dan bimbingan – bimbingan agar wanita bisa bekerja dan punya pekerjaan,” imbuhnya.
Masalahnya, lanjut Emma ini bukan semata program penyejahteraan keluarga. Namun lebih dari itu, agar para perempuan bisa equal dengan para suami dan memiliki bargaining position di keluarga menandingi posisi suami.
“Bahayanya, istri merasa bisa mengatur segala sesuatunya di keluarga tanpa peran suaminya lagi. Inilah bahayanya slogan persamaan gender. Tatanan keluarga akan bisa hancur karena peran antara suami dan istri sudah tidak pada tempat dan porsi yang seharusnya,” lanjutnya.
Emma menjelaskan, berbeda dengan Islam, Islam tidak didominasi dengan materialistis. Dalam sistem Islam taqwa dan mencari keridlaanNya akan memupuk tanggung jawab setiap individu.
“Negara yang mempraktikkan hukum Islam, perempuan akan dimuliakan. Maka potensi dan perannya pun akan bisa dioptimalkan tepat pada porsi yang seharusnya. Karena saat ini sudah begitu banyak perempuan ditindas haknya dan direndahkan martabatnya, baik secara fisik maupun nonfisik, sadar ataupun tidak,” pungkasnya. [ria]

COMMENTS